Kamis, 06 Maret 2014

Masihkah Kita Bersahabat, Sahabat?

Di bumi, lebih dari 7 milyar jiwa setiap hari berkeliaran dan menjalin interaksi satu sama lain. Segala macam hubungan terjalin dan membuat siklus dengan sedirinya. Dan yang diketahui oleh para jiwa tersebut hanyalah menjalanai dan merasakan serta mempelajari.

Ini cerita mengenai sepasang sahabat yang hidup diantara lebih dari 7 milyar jiwa tersebut.Dua sahabat itu terdiri atas seorang gadis dan yang lain pria. Mereka sudah bersahabat sedemikian lama. Sebulan? sangat terlalu sebentar. Setahun? Masih terlalu sebentar. Dua tahun? masih terhitung sebentar. Tiga tahun? Empat tahun? Lima tahun? entahlah, itu sudah terlalu lama.

Mereka bersahabat sangat erat. Tak peduli tuang dan waktu mereka tetap sahabat. Ketika mereka terpisah oleh jarak yang amat-sangat-jauh. Mereka tetap sahabat. Ketika dalam kurun waktu yang sedemikian membosankan jika digunakan untuk menanti, mereka tetap sahabat.

Ya mereka sahabat.

Dan waktu terus melangkah. Apa yang diceritakan dalam dongeng, sandiwara, film, novel atau apalah itu terjadi di dunia nyata. terjadi kepada sepasang sahabat itu. Karena pada suatu hari, si Pria menyatakan bahwa jiwanya telah lebur untuk memuja si Gadis. Angannya buyar hanya tinggal si Gadis. Akal pikirnya sudah tak berarah kecuali menuju si Gadis.

Berbeda dengan si Gadis. Pada mulanya ia amat-sangat-mencintai seorang pria asing di luar persahabatan mereka. Ia, sedikit terkejut, mengetahui pernyataan itu. Dan karena ia ingin menjadi sahabat yang baik, lepaslah angannya untuk bersama pria asing yang dicintainya tersebut untuk membalas cinta si Pria, sahabatnya. ia tahu ia bisa belajar mencintai.

Dan waktu terus melangkah. Sedikit demi sedikit hati gadis itu terukir nama sang Pria. Masih buram dan tipis memang, tapi itu akan menjadi jelas dan dalam. Si gadis terus berusaha mengukir itu, ia ingin dan selalu ingin menjadi sahabat yang baik bagi si Pria.

Dan waktu tetap melangkah. Sudah mulai jelas dan setengah dalam ukiran nama yang dibuat si gadis atas si pria. Pria yang penuh kejutan. Tanpa menyadari apa yang telah dibuat si gadis untuk dirinya, suatu hari si pria mendatangi si gadis dan mengabarkan sesuatu. Katanya, ada seorang wanita datang kepadanya dan meminta dirinya untuk mengisi hati wanita tersebut. Katanya, wanita tersebut terlihat tulus. Katanya, ia boleh jadi memiliki kekecewaan atas ketidakterbalasannya perasaan yang ia berikan kepada gadis, tapi ia harus bangkit, dan ia tak kecewa berlebihan selama gadis tetap bersahabat dengannya.

Tatah di tangan gadis terlepas, dan terjatuh. Si gasdis tersenyum dan katanya, ia turut senang. Lalu si pria menanyai si gadis, "Aku masih menyediakan hatiku untukmu. Aku belum berpaling. Apa yang harus kulakukan?"

Si gadis menjawab, "Jalani apa yang telah kau pilih. Nikmati. Aku tek mengapa kehilangan satu penggemar asal kau tetap sahabatku" ditambah segaris senyum tulus si gadis.

Si Pria terdiam, dan melangkah pergi.

Dan waktu tetap dan terus melangkah. Si gadis merapikan ukiran yang telah ia buat. Meski seperti takada gunanya, tapi ia ingin ukiran itu tetap indah. Dan hasinya? Luar biasa. Sayangnya si pria tidak tahu namanya terukir dengan indah.

Lalu berperiode siang-malam berlalu. Satu-dua purnama terlewat. Si Pria datang kembali. Katanya, aku masih dan selalu menjadi pengagummu, gadis. Tapi apapun yang kukatakan kau selalu berkata aku sahabat terbaikmu. Sulit untuk menjadi lebih. Sulit untuk membuat namaku terukir dihatimu.

Lalu pria itu berbalik badan. Dan melangkah pergi. Si Gadis diam. Terpaku dengan genggaman berisi ukiran nama si Pria. Ia baru saja ingin menunjukkan itu. tapi pria berlalu.

Si Gadis diam.

hanya hatinya yang berbisik " Masih bisakah kita menjadi sahabat, sahabat?"



-thanks for ya, who made me hurt tonight and inspiring me to write it 

Popular Posts

Search This Blog