Minggu, 03 November 2013

Cerita Celana

Usia saya 18 tahun dan saya adalah seorang mahasiswi.
Saya memiliki 4 celana yang saya gunakan untuk kuliah. Dan 4 celana itu adalah yang terakhir yang saya miliki.
Demikian keadaan celana tersebut :
  • Terdiri dari 3 jeans dan 1 celana kain berwarna cokelat
  • Dari 3 jeans, 2 diantaranya memiliki sobelkan dibawah. Dan satu diantara 2 itu memiliki sobek dibagian yang tidak mengenakkan jika dilihat atau dipandang oleh para manusia yang masih mengaku memiliki moral dan hati nurani.
  • Jeans 1 yang lainnya dan 1 celana kain dalam keadaan baik-baik saja, masalahnya yang satu biru terang dan yang satu coklat. Tidak semua baju bisa pas untuk dipasangkan
Setiap hari secara bergantian, saya gunakan celana-celana itu untuk kuliah, main, dkk. yang berlubang saya tutupi, yang tidak pantas saya cari pantasnya. Saya mengenakannya dengan santai tanpa beban. Hingga suatu saat ...

 "Njijiki banget to kowe! Kuliah kok koyo ngono..!"

Kalimat tersebut keluar dari mulut seseorang yang penting bagi saya ketika saya mengenakan jeans belel saya yang sobek dibagian bawah. JLEB! Baru kali ini saya benar-benar memikirkan hal itu. Lalu terpikir untuk membeli yang lebih layak

Jadilah saya relakan uang jajan dan makan siang saya.

Saya relakan tidur pagi saya untuk mengganti uang makan siang saya untuk pergi ke pasar.

Untuk sebuah celana hitam seharga Rp 48.000

Apakah mahal atau terlalu mahal? Tidak!

Hasilnya, ketika orang yang berharga bagi saya itu melihat celana tersebut, ia berkata

"Oh! Beli baju?? Pinter ya?! buang-buang duit!"

Oh Gosh!!!!! -->akumisuh
"Itu hanya sebuah celana seharga Rp 48.000!!! Dan untuk membuatku terlihat pantas di depanmu!" Setan dalam hati saya berteriak-teriak.

Then, saya diam sampai detik ini. Biarkan anjing menggonggong, kafilah berlalu. Saya mulai tak peduli dengan orang yang berharga bagi saya itu.

Popular Posts

Search This Blog